Tentang Saya

Nama saya FX Narendro Hariosetyawan Prayogo. Tapi Anda bisa panggil saya dengan Rendro saja. Saya seorang Sosialis, pencinta kopi, hobi fotografi, olahraga bela diri karate, naik gunung, panjat tebing, sepeda, bola basket, dan sepak bola. Saya adalah fans dari klub sepakbola FC Barcelona dan Liverpool FC serta tim nasional Spanyol. Selain itu juga klub bola basket Boston Celtics. Tentunya saya juga pendukung tim nasional Indonesia. Saya juga hobi berorganisasi sejak SMP sampai mahasiswa.

Dalam dunia teknologi informasi (IT), saya pun hobi maupun pengguna dan pengembang (user and developer) Piranti Lunak Bebas dan Terbuka (Free and Open Source Software/FOSS (misalnya operating system Linux, FreeBSD, Word Press, dan lain-lain). Untuk hal yang terakhir ini, bukan hanya sekedar hobi, tapi juga menjadi pekerjaan saya. Posisi saya terakhir sebelum “off dari pekerjaan mencari nafkah” adalah IT Manager di suatu perusahaan pelayaran kargo dan semen Norwegia-Indonesia (joint venture), dimana saya bekerja selama lebih dari 10 tahun.

Saat ini saya adalah seorang penyandang/penyintas Autoimmune Multiple Sclerosis (MS). Jika Anda ingin mengetahui apa itu MS, silakan kunjungi website kami (Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia/YMSI) di www.multiplesclerosis.or.id. Di website tersebut Anda akan mengetahui secara detail mengenai penyakit tersebut.

Dalam perjalanan hidup sebagai penyintas autoimun MS, saya hampir sama sekali tidak dapat menjalankan hobi dan pekerjaan saya. Penyakit MS yang ada pada saya itu diawali dengan gangguan pendengaran pada tahun 2012, yang kemudian semakin lama makin parah hingga pada tahun 2019 pendengaran saya dinyatakan tuli 95%. Hal yang lain adalah saya jadi memiliki gejala kejang yang kemudian diakhiri dengan tidak sadarkan diri selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Selain itu, saya mengalami dua kali amnesia, yaitu April 2015 dan Mei 2017. Jadi ketika symptom MS menyerang fungsi kognitif, saya mengalami kehilangan memori dari masa akhir SMA (18 tahun) sampai sekarang (47 tahun). Dengan kata lain, yang saya ingat adalah masa-masa kecil sampai SMA.

Pada awalnya saya bingung, stres, dan depresi, karena saya bingung sekarang sudah tahun 2017, bingung melihat wajah saya di cermin, shock ketika diberitahu bahwa Papa dan Mama saya sudah meninggal, sudah memiliki istri dan dua putra remaja, presidennya sudah beberapa kali mengalami pergantian, dan lain sebagainya. Apalagi gejala MS saya yang muncul secara parah adalah kaki saya menjadi lumpuh hingga sekarang, tidak bisa menahan buang air kecil (BAK), dan kalau makan maupun minum harus melalui selang PEG yang dipasang dari perut tembus ke lambung saya. Gejala-gejala MS beberapa kali juga muncul pada saya, walaupun jangka waktunya tidak lama, seperti fatigue, braing fog, vertigo, dan lain-lain.

Tetapi berkat kesabaran yang luar biasa dari istri dan kedua putra saya serta para sahabat yang membantu mengembalikan memori, maka saya bisa mengatasi kebingungan, stres, dan depresi. Walaupun memori belum kembali secara utuh (masih sekitar 20%-an), saya yakin (dengan semangat) semuanya akan kembali. Semoga.