Resensi Buku: AUTOIMMUNE THE TRUE STORY

 

Nomor : 018/SK-­‐MCF/VII/2017
Lampiran : Sinopsis Buku, PROFILE MCF

Jakarta, 18 Juli 2017

Kepada Yth.

Bpk. Narendro
YAYASAN MULTIPEL SKLEROSIS INDONESIA

PERIHAL : SINOPSIS BUKU AUTOIMMUNE THE TRUE STORY

Dengan Hormat.

Kami, Marisza Cardoba Foundation (MCF), adalah lembaga non‐profit yang (1) membangun kesadaran masyarakat tentang eksistensi Autoimun, (2) pengendalian Autoimun melalui penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) oleh Keluarga Indonesia, dan (3) memberdayakan penyandang autoimun. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dalam payung Program Nasional Senyum Indonesiaku yang telah diresmikan MCF bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (MPP-PA RI) pada 6 Agustus 2015 yang lalu.

Sesuai amanah yang diberikan langsung oleh Ibu Menteri PP-PA RI pada saat pelaksanaan Idolanesia Award Indonesia tahun 2015 dan 2016 (penghargaan tahunan yang diberikan Menteri PP-­PA RI bersama MCF kepada para penyintas dan pemerhati Autoimun inspiratif), bahwa Program Nasional Senyum Indonesiaku harus terus dioptimalkan pelaksanaannya.

Sehingga atas amanah tersebut, di tahun 2017 ini MCF menerbitkan buku berjudul Autoimmune The True Story bersama PT. Gramedia Pustaka Utama, yang diantaranya berisikan Hasil Kuliah Whatsapp (Materi Narasumber dan Kumpulan Tanya Jawab Antara Pasien dengan Narasumber).

Bersama surat ini kami melampirkan sinopsis buku Autoimmune The True Story. Sebagai tambahan informasi, buku ini secara garis besar bermaksud untuk:

  1. Membantu para Penyintas Autoimun:
    • Memahami kondisi yang dialaminya melalui penjelasan para pakar medis.
    • Fokus pada “HOW TO” dan bukan lagi pada pertanyaan “WHY ME” melalui penerapan Lima Dasar Hidup Sehat.
    • Menyadari bahwa mereka tidak sendiri, dan begitu banyak pihak peduli.
    • Menyadari bahwa Autoimun bukan lah penghalang bagi mereka untuk terus berkarya.
    • Lebih peduli pada kesehatan seluruh anggota keluarganya.
  2. Memotivasi masyarakat Indonesia untuk:
    • Mengenali Autoimun
    • Menerapkan Lima Dasar Hidup Sehat bersama seluruh anggota keluarga.
    • Berempati terhadap perjuangan Penyintas Autoimun.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami.

dr. Fransiska Hardi Sp.PD
President of MCF
Fransiska_01@yahoo.com

Keterangan Lebih Lanjut: Tanti Sapto 087881006874 – tantisapto74@gmail.com

MARISZA CARDOBA FOUNDATION
Jl. Tebet Timur Dalam IV E No.3 Jakarta, INDONESIA
Call Center : +62819 3295 1374
Website : www.mariszacardoba.or.id, email : hallo@mariszacardoba.or.id
Facebook : Smile With ITP, Twitter : @ITP_ID, Instagram : ITP_ID, Youtube : Idolanesia

 

 

 

 

SINOPSIS

AUTOIMMUNE

THE TRUE STORY

MARISZA CARDOBA FOUNDATION

Empowers Women, Children & The Disable Especially Those Who Live With Autoimmunity

 

 

1

BERDAMAI DENGAN AUTOIMUN

 

MARISZA CARDOBA FOUNDATION

  • Pengantar
  • Autoimun

DR.dr.Iris Rengganis, Sp.PD, KAI

  • Autoimun dan Pengendaliannya Melalui Penerapan Perilaku Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS)

dr.Yusuf Aulia Rahman, Sp.PD

  • Mengenali Gejala dan Menegakkan Diagnosa Autoimun (Alur Pemeriksaan)

dr. Widya Eka Nugraha, M.Si,Med

  • Mengenali Kondisi Kesehatan Dengan Pancarupa
  • Autoimun dan Dementia: Hubungan dan Pencegahannya
  • Terus Belajar
  • Mengenali Hoax di Bidang Kesehatan

dr. Novi Arifiani, MKK, Dipl.ABRAAM

  • Autoimun, Tidur, dan Stress
  • Berdamai Dengan Autoimun

Yonita Chandra, DVM, MBA

  • Kaitan Leaky Gut Dengan Berbagai Jenis Penyakit Yang Tidak Jelas
    Penyebabnya _ Bagian 1
  • Kaitan Leaky Gut Dengan Berbagai Jenis Penyakit Yang Tidak Jelas
    Penyebabnya _ Bagian 2

Susan Hartono MSc, CHt.

  • Pentingnya Vitamin ‘Matahari’ dan Grounding
  • Protokol Nutrisi Umum Untuk Autoimun
  • Pengaruh Pilihan&Jadwal Makan Pada Autoimun
  • Mari Mengenal Minyak Mana yang Baik Untuk Memasak

dr. Lavinia Suryadi, M.Biomed, C.Ht

  • Cara Pintar Untuk Hidup Sehat

dr. Theo Audi Yanto, Sp.PD

  • Autoimunitas dan Penuaan (Aging)
  • Interaksi dan Keseimbangan Antara Olahraga serta Vitamin D Pada
    Penyintas Autoimun

dr.Stevent Sumantri, Sp.PD,DAA

  • Tips dan Trik Hidup Sehat Untuk Mencegah Inflamasi Pada Penyintas
    Autoimun

dr. IA. Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD, KR, M.Kes

  • Gaya Hidup Sehat

dr.Laniyati Hamijoyo, Sp.PD, KR

  • Mengenal Autoimun Rheumatoid Arthritis

dr.Jeffrey Tenggara, Sp.PD, KHOM

  • Mengenal Lebih Jauh Autoimun Evans Syndrome

dr. Hernayati Hutabarat, Sp.KK

  • Mengenal Autoimun Psoriasis Secara Umum

drg. Silvia Wahyuni

  • Mengenal Guillain‐Barre Syndrome (GBS)

Tiara Savitri

  • LUPUS Penyakit Seribu Wajah

Indriani Ginoto dan Dhian Deliani

  • Tips Manajemen Waktu bagi Pasien Autoimun

drg.Yulia Aristiani

  • Menjaga Kebersihan Serta Kesehatan Gigi dan Mulut

dr. Florentina R. Wahjuni, CQ.Phy., CHt.

  • HOLISTIC HEALTH IS THE BEST CHOICE
  • Tersenyum Setiap Saat

Niken Ardiyanti, M.Psi, Psikolog

  • Personal Mastery Melalui Konsep Diri Positif
  • Manajemen Stress

dr. Yudith Rachmadiah

  • HIDUP POSITIF (DENGAN AUTOIMUN)

dr. Rudy Eko Fitranto, Sp.AK

  • Trend Akupuntur Untuk Kesehatan

dr. Hari Nugroho, SpOG

  • Penanganan Kanker Serviks Dan Pencegahannya

Adeline Windy

  • Menjaga Kebugaran
  • Manfaat Jogging

Rebecca Tumewu

  • PENGALAMAN DENGAN EKLAMSIA POST PARTUM

Pitra Causa, S.Psi dan dra. Herlina Soemitro

  • Pemeriksaan Kesehatan Berkala dan Menjaga Kebersihan

Pitra Causa, S.Psi

  • Papsmear vs Human Papiloma Virus

Joyce Heryanto, Pendiri Komunitas Autoimmune Warriors

  • MENGHADAPI AUTOIMUN DENGAN LDHS

Reza Susanto, Ikatan Diabetes Anak dan Remaja (IKADAR)

  • Bagaimana Melakukan Komunikasi Sehat Untuk Menyeimbangkan
    Otak dan Emosi

dr.Rianti Maharani, CMH, CH, CHt.

  • Membumikan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan di
    Nusantara

dr. Prapti Utami, Msi

  • Memilih Rempah dan Mengolahnya
  • Manfaat Daun Kelor

Ir. Christopher Emille Jayanata

  • MENANAM BAHAN PANGAN SENDIRI

Ir. Harjanto Tjandra

  • Menanam Bahan Pangan Sendiri Dengan Metode EcoBioOrganik

Baron Noorwendo

  • Mengelola Sampah

Sunu Tri Wibowo, Spi – Kementerian Kelautan & Perikanan RI

  • SEAFOOD YANG AMAN UNTUK AUTOIMUN
  • Tips Memilih Seafood Yang Aman Untuk Penyintas Autoimun

Agustinus Priyanto

  • Cara Membuat Tempe Yang Sehat
  • Mengapa Kita Harus Mengkonsumsi Bahan Pangan Lokal

Dwi Prihandini Mailuhuw

  • Senyum Anda

Maeya Zee, S.Psi, M.Si

  • Tips Menulis Sebagai Terapi Sesi 1
  • Tips Menulis Sebagai Terapi Sesi 2
  • Tips Menulis Sebagai Terapi Sesi 3

A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda

  • Konsep Jagadhita – Memotong Mata Rantai Kekerasan dan Eksploitasi
    Anak

Ni Made Sekardi

  • INTERNET MARKETING – Autoimmunepreneurship Series

Augustine Meriska, Novi Meyanto, Nur Izzatul Muthiah

  • Introduction To Social Entrepreneurship (Bisnis Yang Berdampak
    Sosial) – Autoimmunepreneurship Series

 

 

PENGANTAR

MARISZA CARDOBA FOUNDATION

Divonis mengalami suatu penyakit yang asing seperti Autoimun seringkali membuat penyintasnya panik dan kehilangan fokus atau kemampuan berpikir rasional. Rata-­rata penyintas mengakui mengalami perasaan terpuruk, lebih karena situasi ini tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun kebanyakan orang. Kesadaran masyarakat tentang Autoimun memang masih sangat minim, sehingga berdampak pada penurunan kualitas kesehatan karena penanganan yang tidak tepat. Padahal setelah ditelusuri ternyata Autoimun seharusnya tidak mengurangi kualitas hidup para penyintasnya.

Memang harus diakui, jumlah kasus Autoimun yang tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang kapabel menanganinya turut menyebabkan terjadinya kelangkaan informasi serta kepanikan di masyarakat. Mensiasatinya, Marisza Cardoba Foundation (MCF) melalui program Indonesia Autoimmune Campaign (IAC) membentuk support group melalui media WA (Whatsapp) dengan harapan dapat berkomunikasi intensif dengan para penyintas di seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Whatsapp Group (WAG) ini telah menjembatani lebih dari 1600 penyintas untuk berinteraksi langsung dan saling bertukar ilmu juga dukungan antara satu dengan lainnya, serta secara rutin menghadirkan para narasumber medis maupun profesional untuk mengedukasi tentang Autoimun dan pengendaliannya melalui penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS). Hasilnya, secara signifikan kualitas kesehatan para penyintas pun meningkat, karena adanya keselarasan antara pengobatan medis yang diberikan oleh dokter dengan pola hidup sehat yang diterapkan pasien, sehingga akhirnya secara bertahap dengan supervisi dokter kondisi remisi (bebas obat dengan gejala autoimun terkendali) pun dapat dicapai.

Hasil interaksi antara penyintas dengan para narasumber dibagikan di Bab 1 buku ini, Autoimmune The True Story, dengan harapan dapat memotivasi khususnya jutaan penyintas Autoimun lainnya serta seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) bersama keluarga tercinta.

Salam Lima Dasar Hidup Sehat !

 

 

AUTOIMUN

MARISZA CARDOBA FOUNDATION

“Autoimun bukan lah mimpi buruk bagi mereka yang menerapkan pola hidup sehat holistik secara disiplin dan konsisten. Meski belum ditemukan obatnya, namun Autoimun dapat dikendalikan, dan para penyintasnya dapat menjalani kehidupan normal serta berkualitas dengan gejala yang terkendali.”

Autoimun adalah sebuah kondisi dimana sistem kekebalan (imunitas) tubuh seseorang mengalami kesilapan sehingga menyerang jaringan sehat dan menimbulkan keluhan kronis (berulang). Oleh karena itu sering dikatakan bahwa pola yang terjadi pada Autoimun mirip dengan Kanker, namun jelas berbeda karena perusakan jaringan sehat pada Kanker dilakukan oleh sel mutan.

 

SIAPA YANG RENTAN TERKENA AUTOIMUN

Di Amerika Serikat, Autoimun menduduki peringkat ke-­3 penyakit mematikan yang dialami oleh 50 juta jiwa (hampir 20 persen dari total penduduk). Dari angka tersebut, 80 persennya adalah perempuan dan anak. Bukan tidak mungkin Indonesia memiliki prevalensi yang sama, bahwa diperkirakan sekitar 40 juta jiwa yang mengalami Autoimun, yakni 100x lipat dari kasus Kanker.

157 JENIS AUTOIMUN

Sumber : American Autoimmune Related Disease Association-­‐AARDA

Autoimun dapat menyerang bagian mana pun dari tubuh seseorang. Setiap jenis
mewakili bagian tubuh yang diserang.

  1. Acute Disseminated Encephalomyelitis (ADEM)
  2. Acute Necrotizing Hemorrhagic Leukoencephalitis
  3. Addison’s Disease
  4. Agammaglobulinemia
  5. Alopecia Areata
  6. Amyloidosis
  7. Ankylosing Spondylitis
  8. Anti‐GBM / anti‐TBM Nephritis
  9. Antiphospolipid Syndrome (APS)
  10. Autoimmune Angioedema
  11. Autoimmune Aplastic Anemia (AIHA)
  12. Autoimmune Dysautonomia
  13. Autoimmune Hepatitis
  14. Autoimmune Hyperlipidemia
  15. Autoimmune Immunodeficiency
  16. Autoimmune Inner eardisease (AIED)
  17. Autoimmune Myocarditis
  18. Autoimmune Oophoritis
  19. Autoimmune Pancreatitis
  20. Autoimmune Retinopathy
  21. Autoimmune Trombocitopenic Purpura (APT)
  22. Autoimmune Thyroid Disease
  23. Autoimmune Urticaria
  24. Axonal and Neronal Neuropathies
  25. Balo Disease
  26. Behcet’s Disease
  27. Bullous Pemphigoid
  28. Cardiomyopathy
  29. Castleman Disease
  30. Celiac Disease
  31. Chagas Disease
  32. Chronic Fatigue Syndrome
  33. Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP)
  34. Chronic Recurrent Multiforal Ostomyelitis (CRMO)
  35. Chrug Straus Syndrome
  36. Cicatrical Pemphigoid / Benign Mucosal Pemphigoid
  37. Chrohn’s Disease
  38. Cogans Syndrome
  39. Cold Agglutinin Disease
  40. Congenital Heart Block
  41. Coxsactic Myocarditis
  42. Crest Disease
  43. Essential Mixed Cryoglobulinemia
  44. Demyelinating Neuriphaties
  45. Dermatitis Herpetiformis
  46. Dermatomyositis
  47. Devic’s Disease (neuromyelitis optical)
  48. Discoid Lupus
  49. Dressler’s Syndrome
  50. Endometriosis
  51. Eosinophilic Esophasitis
  52. Eosinophilic Facilitis
  53. Erythema Nodosum
  54. Experimental Allergic Encephalomyelitis
  55. Evan’s Syndrome
  56. Fibromyalgia
  57. Fibrosing Alveolitis
  58. Giant Cells Arteritis (temporal arteritis)
  59. Giant Cells Myocarditis
  60. Glomerulonephritis
  61. Goodpassture’s Syndrome
  62. Granulomatosis with Polyangitis
  63. Graves Disease
  64. Guillain Bare Syndrome
  65. Hashimoto’s Encephalitis
  66. Hashimoto’s Thyroid
  67. Hemolytic Anemia
  68. Henoch Schonlein Purpura (HSP)
  69. Herpes Gestations
  70. Hypogammaglobulinemia
  71. Idiopathic Trombocitopenic Purpura (ITP)
  72. IgA Nephropathy
  73. IgG 4 Releated Sclerosing Disease
  74. Immunoregulatory Lipoproteins
  75. Inclusion Body Myositis
  76. Interstitial Cystitis
  77. Juvenile Arthritis
  78. Juvenile Diabetes (type 1)
  79. Juvenile Myositis
  80. Kawasaki Syndrome
  81. Lambert Eaton Syndrome
  82. Leukocytoclastic Vasculitis
  83. Lichen Planus
  84. Lichen Sclerosis
  85. Ligneous Conjunctivitis
  86. Linear IgA Disease (LAD)
  87. Lupus (SLE)
  88. Lyme Disease Chronic
  89. Meniere’s Disease
  90. Microscopic Polyangilitis
  91. Mixed Connective Tissue Disease (MCTD)
  92. Mooren’s Ulcer
  93. Mucha Habermann Disease
  94. Multiple Sclerosis
  95. Myasthenia Gravis
  96. Myositis
  97. Marcolepsy
  98. Neuromyelitis Optica
  99. Neutropenia
  100. Ocular Cicatricial Pemphigoid
  101. Optic Neuritis
  102. Palindromic Rheumatism
  103. Paraneoplastic Cerebellar Degeneration
  104. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH)
  105. Parry Romberg Syndrome
  106. Parsonnage Turner Syndrome
  107. Pars Planitis (peripheral uveitis)
  108. Pemphigus
  109. Peripheral Neuropathy
  110. Perivenous Encephalitis
  111. Pernicious Anemia
  112. POEMS Syndrome
  113. Polyarteritis Nodosum
  114. Type 1, 2, and 3 Autoimmune Polyglandular Syndrome
  115. Polymyalgia Rheumatica
  116. Polymyositis
  117. Postmyocardial Infarct Syndrome
  118. Postpericardiotomy Syndrome
  119. Progesterme Dermatitis
  120. Primary Billiary Cirrhosis
  121. Primary Sclerosing Cholangitis
  122. Psoriasis
  123. Psoriatic Arthritis
  124. Idiopathic Pulmunary Fibrosis
  125. Pyoderma Gangrenosum
  126. Pure Red Cell Aplasia
  127. Raynauds Phenomenon
  128. Reactive Arthritis
  129. Reflex Sympathetic Dystrophy
  130. Reiter’s Syndrome
  131. Relapsing Polychondritis
  132. Restless Legs Syndrome
  133. Retroperitoneal Fibrosis
  134. Rheumatic Fever
  135. Rhematoid Arthritis
  136. Sarioidosis
  137. Schmidt Syndrome
  138. Scleritis
  139. Scleroderma
  140. Sjorgen syndrome
  141. Sperm and Testicular Autoimmunity
  142. Stiff Person Syndrome
  143. Subacute Bacterial EndoCarditis (SBE)
  144. Susac’s Syndrome
  145. Sympathetic Ophthalmia
  146. Takayasu’s Arthretis
  147. Temporal Arteritis/Giant Cell Arteritis
  148. Thrombocytopenic Purpura (TTP)
  149. Tolosa Hunt Syndrome
  150. Transverse Myelitis
  151. Type 1 Diabetes
  152. Ulcerative Colitis
  153. Undifferentiated Connective Tissue Disease (UCTD)
  154. Uveitis
  155. Vasculitis
  156. Vesiculobullous Dermatosis
  157. Vitiligo

 

AUTOIMUN, ADAKAH OBATNYA?

Belum ada obat untuk menormalkan sistem kekebalan tubuh pada kasus Autoimun. Pengobatan medis yang tersedia hanya terbatas pada fungsi:

  1. Melemahkan sistem kekebalan tubuh, agar tidak agresif merusak jaringan
    sehat.
  2. Mengobati gejala yang timbul.

Namun karena pertimbangan serangkaian efek samping, obat-obatan tersebut tidak diberikan untuk jangka panjang.

GEJALA AUTOIMUN

Gejala autoimun secara umum meliputi:

  1. Keluhan kesehatan yang tak kunjung sembuh meski diobati.
  2. Mudah merasa kelelahan (ekstrim).
  3. Sering lupa.
  4. Butuh waktu lebih lama untuk melakukan pekerjaan sederhana.
  5. Sering merasa demam dan kedinginan, dengan nyeri pada persendian.

 

PENYEBAB AUTOIMUN

Penyebab Autoimun belum diketahui secara pasti, namun akarnya terkait erat dengan:

  1. Faktor genetik (25 persen)
  2. Faktor lingkungan dan gaya hidup (75 persen), seperti asupan makanan, stress, pola tidur, polusi, infeksi, radiasi, dan sebagainya.

 

LIMA DASAR HIDUP SEHAT (LDHS)

75 persen Autoimun dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Ini berarti gejala autoimun dapat diredam dan dikelola agar tidak timbul. Karena FAKTOR LINGKUNGAN dan GAYA HIDUP bisa disiasati dengan penerapan pola hidup sehat holistik, yang disebut dengan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS).

Pemilihan makanan/asupan yang “BAIK” adalah satu dari 15 sub pilar dalam 5 pilar utama LDHS, namun penerapannya fatal dan vital bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengapa? Karena 80 persen sistem imun kita bermukim di saluran pencernaan, dan mereka sensitif terhadap zat asing.

Jika salah seorang dalam keluarga Anda diketahui mengalami Autoimun, maka jangan tunda untuk menerapkan LDHS secara holistik dan disiplin bersama seluruh anggota keluarga. Bukan tidak mungkin anggota keluarga yang lain akan mengalaminya karena salah satu akar autoimun yang telah kita ketahui bersama adalah Faktor Genetik. Bukankah sering kita dengar ada beberapa orang dalam keluarga yang mengalami autoimun, meski dengan jenis yang berbeda?

Autoimun bukanlah mimpi buruk bagi mereka yang menerapkan pola hidup sehat holistik.

Terapkan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) sekarang juga. Agar Anda yang sehat dapat semakin sehat, dan yang mengalami keluhan dapat kembali fit dan produktif dengan gejala yang terkendali.

2

BERDAYA DENGAN AUTOIMUN

(KUMPULAN KISAH PENYINTAS INSPIRATIF)

 

Pengantar

GLOSSARIUM oleh Wikipedia
BERDAYA DENGAN AUTOIMUN oleh Marisza Cardoba

Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Bayu Timothy (orangtua dari pasien anak : Florencia)

Evans Syndrome

Novie (orang tua dari pasien anak : Anissa)

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Pedoz Hasan

Sjögren’s Syndrome (SjS, SS)

Ervie Lie

Henoch-­‐Schönlein Purpura (HSP)

Dwi Dara Septi

Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA)

Dini Ajeng

Rheumatoid Arthritis (RA), Antiphospholipid Syndrome (APS), Sjögren
Syndrome (SjS, SS)

Rena Basuki

DM Type 1

Endang Dwi Astuti

Uveitis

Dedeh Pramita

Behcet’s Syndrome

Herry Rosa

Sindrom Nefrotik

Herlin Sapta

Spondyloarthropathy atau Spondyloarthrosis

Imawati

Pemphigus Vulgaris

Inge Purnomo

Multiple Sclerosis (MS)

Wildan

Scleroderma

Mung Kim

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Puguh Prasetya

Antiphospholipid Syndrome (APS), Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA)

Sarah Nanda

Juvenile Dermatomyositis (JDM)

Janice Suhardja

Autoimmune Hepatitis

Amalia

Demyelinating Cerebelum Disease (DCD)

Mulyani

Guillain-­Barré Syndrome (GBS)

Luh Merta

Mixed Connective Tissue Disease (MCTD)

Tina

Amyloidosis

Neneng Kamilasari

Erythema Nodosum

Dewi Darma

Endometriosis, Sjögren’s Syndrome (SjS, SS)

Eva Wahyu

Raynaud Syndrome

Marsaulina

Autoimmune Antisynthetase Syndrome (ASS)

Ratnasari

Psoriasis, Sjögren’s Syndrome (SjS, SS), Systemic Lupus Erythematosus
(SLE), Hyper Ig E Syndrome (HIES)

Nellyani Oktariana

Myasthenia Gravis (MG), Vitiligo, Hashimoto’s Thyroiditis, Systemic Lupus
Erythematosus (SLE), Endometriosis

Dessy Andriany

Hyper Ig E Syndrome (HIES), Sjögren’s Syndrome (SjS, SS)

Ganis Trisnanisasi

Vasculitis, Sjögren’s Syndrome (SjS, SS)

Nippy Invante

Autoimmune Thyroiditis, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Mixed
Connective Tissue Disease (MCTD)

Angraeni Rahmasetiani

3

BERKARYA DENGAN AUTOIMUN

MARISZA CARDOBA FOUNDATION :
AUTOIMMUNEPRENEUR INDONESIA (API)

 

Selama satu tahun terakhir, melalui program Autoimmunepreneur Indonesia (API), Marisza Cardoba Foundation (MCF) telah berhasil menyelenggarakan pelatihan bagi 60 orang calon wirausaha autoimun Indonesia di Jakarta dan Bali. Kami bersinergi dengan sejumlah pemerhati yang bersedia menularkan ilmunya tanpa biaya.

Materi pelatihannya meliputi:

  • Wirausaha Sosial
  • Boosting Confidence
  • Effective Communication
  • Live Sharing dari Para Pengusaha Muda Indonesia
  • Production Class (Cooking Class, Fashion Art Class)
  • Foto Produk dan Branding
  • Internet Marketing
  • Berkain
  • Daily Make Up
  • Financial Management
  • Sharing dari Autoimmunepreneur tentang kisah Berkarya dengan Autoimun

Masing‐masing provinsi membuat model bisnis sebagai pilot project. API Jakarta membuat rumah makan dan usaha katering sehat AiFIt Eatery. Sedangkan API Bali membuat usaha jasa tata rias Make Up Artist.

Melalui kegiatan ini para penyintas ingin membuktikan bahwa Autoimun bukanlah penghalang selama Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) diterapkan secara holistik dan berkesinambungan. API juga berharap ke depan, program pelatihan ini dapat diselenggarakan merata di seluruh provinsi di Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan para penyintas dan secara aktif mendorong masyarakat Indonesia untuk hidup sehat.

When there is a WILL, there is a WAY…

Pengalaman kami dengan Autoimun membuktikan, bahwa tidak ada satu pun tantangan yang tidak dapat dihadapi. Teruslah berdoa dan berupaya yang terbaik memperbaiki langkah bersama orang-­orang yang kita kasihi. Karena petunjuk dan mukjizat mengiringi setiap doa dan usaha-­usaha yang berlandaskan cinta kasih pada diri dan sesama.

 

 

Pernah dimuat dalam website Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia (YMSI) 

 

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *