MEMPEROLEH PENGHARGAAN PADA “IDOLANESIA AWARD INDONESIA”

Pada hari Jumat kemarin lusa, 8 September 2017, saya dan istri, Nia Damayanti Wirya, diundang ke suatu acara yang diberi nama Idolanesia Award Indonesia 2017, dimana merupakan suatu event penghargaan tahunan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA-RI) bersama Marisza Cardoba Foundation (MCF) kepada Penyitas dan Pemerhati Autoimun serta penyakit langka inspiratif. Acara ini sendiri berlangsung di Auditorium Indonesia International Institute For Life Science, Pulomas, Jakarta Timur.

Puji Tuhan, saya sebagai penyitas/penyandang penyakit Autoimun Multiple Sclerosis (MS) memperoleh penghargaan/award tersebut, dengan kategori The Best Inspiring Survivor, Best Volunteer, Outstanding Willpower“. Sedangkan istri saya, yang selama ini selalu bersabar dan bersusah payah luar biasa menjadi caregiver/pendamping saya sebagai penyitas MS, pun mendapatkan penghargaan dengan kategori The Best Inspiring Caregiver, Outstanding Willpower, Noble Spirit Award. Tidak hanya itu, kami sebagai couple/pasangan suami-istrimendapatkan pula The Most Inspiring Caregiver Couple: Outstanding Educator. Keseluruhan penghargaan yang kami dapatkan ini karena atas aksi nyata dalam mewujudkan Program Nasional Senyum Indonesiaku.

Perlu diketahui, bahwa yang mendapatkan penghargaan ini bukan hanya beberapa gelintir penyitas dan caregiver Autoimun saja, tetapi beberapa ratus orang yang berdatangan dari berbagai pelosok provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia, dimana sebagian besar dari mereka adalah penyitas Autoimun dan sebagian lagi adalah caregivers serta tenaga medis maupun Autoimmunepreneur yang peduli terhadap Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS), progam yang digagas oleh Kementerian PPPA.

Bagi saya pribadi, dengan memperoleh penghargaan ini saya telah berusaha menunjukan, paling tidak pada diri sendiri, bahwa penyakit Autoimun Multiple Sclerosis tidak perlu “dimusuhi” atau “dilawan”. Sebaliknya justru ada baiknya “bersahabat” dengan penyakit Autoimun, sehingga kita mendapatkan remitting (remisi) dan terhindar dari relapsing (kekambuhan), sebab sampai saat ini dari 157 jenis penyakit Autoimun, sebagian besar belum ada yang bisa tersembuhkan. Selain itu, dengan memperoleh penghargaan ini akan sangat menambah semangat saya untuk belajar dalam berbagai hal yang tentunya berguna bagi orang banyak, khususnya penyitas Autoimun.

Sebagai catatan, selama 7 tahun sebagai penyitas Multiple Sclerosis, salah satu serangan Autoimun MS dalam jaringan tubuh saya adalah terhadap fungsi kognitif pada April 2015 dan Mei 2017, sehingga mengalami amnesia, lost memory, kesulitan bicara, kesulitan menulis tangan, dan lain-lain. Berkat kesabaran dan kegigihan yang luar biasa dari istri dan kedua anak laki-laki kami untuk mengembalikan memori saya yang hilang, saya tetap bersemangat dan “bersahabat” terhadap MS. Selain itu juga semangat “berdansa” dengan Autoimun MS, meminjam istilah sahabat dan tetangga rumah kami, Lilik Hastuti

Puji syukur dan terima kasih pada Mu, Tuhan atas cara dan karya Mu pada saya, sehingga saya bisa lebih menghargai hidup yang Kau berikan serta mengasihi dan mencintai istri maupun anak-anak saya, juga orang banyak pada umumnya.

Terima kasih banyak kepada para saudara, kerabat, sahabat, teman-teman di Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia (YMSI) dan Marisza Cardoba Foundation (MCF) yang tak ada habisnya memberi informasi, pengetahuan, dan semangat melalui diskusi-diskusi di WhatsApp Group serta beberapa pertemuan yang dilakukan.

WhatsApp Image 2017-09-08 at 13.03.38

WhatsApp Image 2017-09-08 at 13.03.32

WhatsApp Image 2017-09-09 at 15.04.01

WhatsApp Image 2017-09-08 at 21.34.34

WhatsApp Image 2017-09-08 at 12.38.05

WhatsApp Image 2017-09-08 at 12.38.11

2 thoughts on “MEMPEROLEH PENGHARGAAN PADA “IDOLANESIA AWARD INDONESIA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *